Peran Penting Pop-Rock di Majalah Enharmonics

 TAJUK RENCANA

 

Minggu, 09 April 2023

 

ENHARMONICS merupakan judul sebuah majalah yang bertemakan musik. Enharmonics ini sendiri memiliki sebuah filosofi Memiliki arti Satu Nada dengan nama yang berbeda, seperti proses pembentukan kelompok ini yang memiliki tujuan yang sama dengan ide yang beragam.  

Isu yang saya pilih pada bagian rubrik majalah Enharmonics ini adalah subgenre lagu Pop-Rock. Isu ini terpilih karena menjadi salah satu saksi dalam dunia perlaguan, terutama lagu bergenre Rock itu sendiri. Rock yang memiliki fokus pada karakteristik musik yang sangat ditopang oleh distorsi gitar yang tebal, beat drum yang lebih tegas dengan dinamika keras, serta karakter vokal yang tinggi. Disisi lain, musik Pop merupakan sebuah penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bass.

 

Mengapa memilih tema Music? Majalah ini bertemakan musik karena Atensi atau peminat majalah tentang musik di Indonesia sangat tinggi sehingga kami memilih tema ini. Salah satu isu yang popular adalah Pop-Rock.

 

Target Pembaca Majalah Enharmonics ini diperuntukan untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai usia dewasa (5 – 60 tahun), baik laki-laki maupun perempuan. Dan majalah ini ditunjukan kepada semua orang yang up to date dengan bidang musik. Sedangkan khusus isu subgenre Pop-Rock diperuntukan untuk rata-rata usia remaja hingga dewasa. Dan bahasa yang digunakan baik majalah dan isu subgenre Pop-Rock yang terpilih adalah Bahasa Indonesia.

 

Pop Rock adalah subgenre musik Rock yang lebih banyak menekankan teknik penciptaan lagu dan keahlian rekaman profesional, dan kurang menekankan pembawaan. Berasal pada akhir 1950-an sebagai sebagai bentuk lain dari Rock and Roll, Pop Rock mulanya banyak dipengaruhi ketukan, aransemen, dan gaya asli Rock and Roll (Wikipedia). Saya memilih isu atau genre berikut karena menurut saya lagu-lagu Pop-Rock membawakan citra yang menarik. Dengan bertemakan lagu Pop namun diiringan dengan nada Rock yang membuat suara dari nada tersebut lebih menyala.

 

Konsep layout yang akan dipilih pada isu subgenre Pop-Rock adalah; konsep dengan warna yang vibrant, namun tidak menyakiti mata. Dengan font Tajawal, ukuran judul sekitar 20 – 35, dan ukuran font isi sekitar 15 – 25. Dengan konsep ini membantu musik melalui pewarnaan majalah akan semakin hidup dan menyala.

 

Saat ini banyak sekali lagu Pop-Rock digunakan sebagai Soundtrack, Backsound, Opening Sound, bahkan hingga Ending Song yang diambil untuk menambah iringan dalam perfilman, drama, maupun karya/pentas seni lainnya.

 

Pop-Rock sering kali juga membawakan lagu-lagu yang berbasis religi, kasih sayang, cinta, juga menyampaikan amanat dan pendapat. Walaupun lagu ini berbasis Rock yang memiliki nada kasar, lagu-lagu Pop-Rock dapat dengan mudah membuat para pendengar terkadang tidak tau lagu dan maksud dari lagu dengan genre Pop-Rock tersebut.

 

Genre lagu Pop-Rock yang tidak pernah dibatasi alur dan lantunannya pada sebuah alat musik terus berkembang seiringnya waktu. Mulai dari ditemukannya genre tersebut hingga menjadi alah satu genre popular yang banyak dinikmati oleh pendengar musik, terutama pendengar musik Rock Halus dan Pop.

 

Subgenre Pop-Rock, walaupun zaman semakin bertambah dan umur dari subgenre ini bertambah juga tidak akan benar-benar mengubah unsur dari lagu yang dibawakan. Pop-Rock sendiri akan terus berdiri walaupun dapat diprediksikan bahwa jenis atau genre lagu akan selalu bertambah semakin pesatnya perkembangan teknologi termasuk instrumen atau alat musik.

 

 

 

 

 

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti Terdalam Lagu Counting Stars yang Tidak Banyak orang Tau

Yang Perlu Diketahui Bagi Penggemar Lagu Pop Rock