Mengenang Kegalauan Bersama Shawn

Apakah kamu tau? Lagu-lagu yang mengandung unsur kegalauan sangat diminati dalam sepuluh tahun belakangan ini. Pendengar terbanyak ternyata, biasanya pada usia-usia remaja, loh~! Kok bisa sih?


Jakarta - Banyak orang yang tidak sadar bahwa genre lagu itu sangatlah banyak. Mulai dari lagu bergenre POP, Rock, Elektronika, Regea, Blues, dan masih banyak lainnya. Dari banyaknya genre tersebut, terciptalah sebuah subgenre di dalamnya, misalnya seperti Pop-Rock, Elektronika-Rock, hingga Blues-Rock ada. Dalam subgenre itu, ternyata masih ada beberapa bagian isinya lagi loh.

Seperti yang kita ketahui, biasanya lagu-lagu selain dibedakan dengan genrenya ada juga yang dibedakan dengan tema maupun iramanya. Misalnya, seperti lagu subgenre Pop-Rock, namun di dalam lagu tersebut memiliki unsur-unsur atau yang bertemakan kesedihan. Ada juga lagu-lagu Pop-Rock yang berirama riang namun memiliki arti yang cukup sedih dan mendalam.

Sudah bisa ketebak belum lagu-lagu seperti apa saja itu? 

Adapun juga, loh, lagu lawas Pop-Rock yang memiliki irama yang santai namun memiliki arti yang cukup dalam yang sangat pepoler bahkan hingga saat ini. Lagu apa itu?


Sumber: Wikipedia


Lagu yang diciptakan oleh musisi muda terkenal, yakni Shawn Mendes dengan lagunya yang berjudul Mercy. Lagu ini dirilis pada 18 Agustus 2016, melalui Island Records sebagai single promosi ketiga, dan kemudian dirilis sebagai single kedua pada 18 Oktober 2016 dari album studio keduanya, Illuminate (2016).

Lagu ini semenjak rilisnya sangat populer, hingga para remaja sejak awal rilis hingga saat kini pun masih menobatkan lagu ini menjadi salah satu lagu terenak untuk galau

Lagu Mercy ciptaan Shawn Mendes menceritakan tentang seseorang insan yang ingin meminta maaf kepada kekasihnya.



Inilah penggalan lirik dari lagu Mercy - Shawn Mendes;


You’ve got a hold on me

Don’t even know your power

I stand a hundred feet

But I fall when I’m around ya

(Kamu telah menahan aku
Bahkan tidak tahu kekuatanmu
Aku berdiri seratus kaki
Tapi aku jatuh saat aku di sekitarmu)
 

Show me an open door

And you go and slam it on me

I can’t take anymore

I’m saying…

(Tunjukkan padaku pintu yang terbuka
Dan kamu pergi dan membantingnya ke aku
Aku tidak tahan lagi
Aku bilang…)

 

Penggalan lirik yang membawa setiap penyesalan disetiap perlakuan, permohonan agar tidak ditinggal sendirian, namun, disaat yang bersamaan itu pula, ia merasa ciut. 

Seakan baginya kamu terlalu besar, dan ketika melihatmu memohon untuk jalan, kamu menutup pintu dengan keras seakaan menolak. Bagian yang cukup sedih pada lirik ini membawa hati para pendengar menjadi luluh.


*** 

 
Heart open, testify

Tell me that I’m not crazy

I’m not asking for a lot

Just that you’re honest with me

(Hati terbuka, bersaksi
Katakan padaku bahwa aku tidak gila
Aku tidak meminta banyak
Hanya saja kau jujur padaku)

 
And my pride, is all I got

I’m saying…

Baby, please have mercy on me

Take it easy on my heart

(Dan harga diri aku, hanya itu yang aku dapatkan
Aku bilang…
Sayang, tolong kasihanilah aku
Tenanglah hatiku)
 
Harga diri yang diberikan seakan tidak berguna, menggugah hati mencoba percaya bahwa ia tidak gila. Permohonan masih dilontarkan namun masih belum terbalaskan. Pada penggalan lirik ini, para pendengar menjadi merasa iba. merasakan bagaimana tidak berdaya dan tak tertolong juga.


***


Even though you don’t mean to hurt me

You keep tearing me apart

Would you please have mercy on me?

I’m a puppet on your strings

(Meskipun kamu tidak bermaksud menyakitiku
Kamu terus mencabik-cabikku
Maukah kamu berbelas kasihan padaku?
Aku adalah boneka di senarmu)
 

Tidak berdaya, seakan hidup merupakan sebuah marionette, walau kau tak melakukan apapun padanya namun mutlak ia patuh. Para pendengar merasa mereka berada dibawah genggaman mutlak yang tak bisa terkeluarkan. Para pendengar yang sudah mulai tersakiti hatinya dari setiap lirik yang terdengar mulai merajuk.



*** 


Oh, please have mercy on me

Take it easy on my heart

Even though you don’t mean to hurt me

You keep tearing me apart

(Oh, tolong kasihanilah aku
Tenanglah hatiku
Meskipun kamu tidak bermaksud menyakitiku
Kamu terus mencabik-cabikku)
 

Would you please have mercy on me?

I’m a puppet on your string

And even though you got good intentions

I need you to set me free

(Maukah kamu berbelas kasihan padaku?
Aku adalah boneka di talimu
Dan meskipun kamu punya niat baik
Aku ingin kamu membebaskanku)
 


I’m begging you for mercy, mercy

I’m begging you, begging you, please, baby

I’m begging you for mercy, mercy

Ooh, I’m begging you, I’m begging you

(Aku mohon belas kasihan, belas kasihan
Aku mohon, mohon, tolong, sayang
Aku mohon belas kasihan, belas kasihan
Ooh, aku mohon padamu, aku mohon padamu)

Seakan meminta permohonan maaf yang sangat terdalam, dengan sangat putus asa, dengan segala penyesalan. Penggalan lirik diatas adalah bagian terfavorit pagi para penggalau untuk didengarkan secara berulang-ulang seakaan membandinkan setiap kata dengan setiap keputusan hidup yang diambil.



Permohonan maaf pun juga belum terbalaskan, yang membuat para pendengar menjadi mewek. Lagu ini pun berhasil membawa hati pendengar tergonjang-ganjing. Walaupun lagunya begitu terasa menyakiti hati para pendengar lagu Mercy ini, tidak sedikitpun yang bosan dengan sensasi yang dibawakan oleh Shawn.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti Terdalam Lagu Counting Stars yang Tidak Banyak orang Tau

Yang Perlu Diketahui Bagi Penggemar Lagu Pop Rock

Peran Penting Pop-Rock di Majalah Enharmonics