Pop-Rock Bersama Ramadhan

 Ramadhan merupakan bulan suci yang dilaksanakan bagi umat Muslim di dunia. Ramadan juga merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah. Pada bulan ini, umat Muslim di seluruh dunia melakukan ibadah puasa dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad menurut keyakinan umat Muslim. Puasa Ramadan merupakan salah satu dari rukun Islam.


Sumber: Haibunda.com


Jakarta - POP-ROCK merupakan sebuah genre lagu yang dipadukan dari music POP dan music Rock. Pop-Rock sendiri merupakan lagu dengan subgenre atau lagu dengan genre bercabang-cabang, yang artinya genre ini termasuk dari genre yang dipadukan satu genre dengan genre lagu yang lain. 

Lagu dengan genre ini lebih sering menekankan teknik dari penciptaan setiap lagunya dan juga keahlian dari rekaman yang profesional, namun, lagu dengan genre ini kurang menekankan pembawaannya. Musik Rock merupakan musik yang memiliki tidak sedikit pendengar dari seluruh dunia.

Lalu, apa hubungannya Pop-Rock dengan Ramadhan? Dalam beberapa hal, lagu Pop-Rock terkadang dibawakan kabaret dibeberapa cafe maupun foodcourt di mall-mall maupun restoran pada umunya.

Tidak sedikit bagi para pemanggun di kabaret tersebut membawakan lagu bersubgenre Pop-Rock untuk dijadikan hiburan sekaligus ngabuburit menunggu waktu berbuka datang. Seperti yang saya rasakan baru-baru ini.



Tepat hari pertama pada Sepuluh Malam Ramadhan Terakhir, bertepatan pada hari Rabu 12 April 2023 lalu, saya berjalan kesebuah mall yang cukup besar yang terletak disebuah daerah Jakarta Timur, Cibubur, bertujuan untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepada saya.

Rumah saya yang berada dipinggiran kota Depok dengan Cibubur akhirnya memutuskan menggunakan kendaraan motor untuk ke mall tersebut, mengingat jaraknya yang hanya perlu ditempuh sekitar 10 Kilometer saja.

Ketika sedang berjalan-jalan menyusuri setiap sudut mall untuk mendapatkan angle yang bagus untuk berfoto saya merasakan perut saya berbunyi cukup keras. Saya yang saat itu kebetulan sedang tidak berpuasa karena berhalangan, akhirnya memutuskan untuk datang ke foodcourt yang berada di lantai bawah mall tersebut.

Sesampainya disana, saya memilih tempat duduk yang berada di paling ujung yang jauh dari pintu masuk dan jendela agar tidak mengganggu para pendatang lainnya yang sedang melaksanakan ibadah puasa. 

Saya yang merasa tidak nyaman dengan memakan makanan berat akhirnya hanya membeli satu porsi kentang goreng dengan air mineral. Ketika sedang asing mengunyah makanan, saya mendengar sebuah suara yang berasal dari panggung kecil yang tersedia di foodcourt tersebut.

Mereka yang naik ke panggung beranggotakan empat orang, sedang satu perempuan yang terlihat sebagai vokali dan tiga sisa laki-laki membawa alat musik yang mudah dibawah seperti  gitar akustik, kecrek, dan cajon. 

Mereka memperkenalkan diri mereka ketika sudah menaiki panggung, namun sayangnya, saya yang berada jauh dari pusat panggung itu berada dan suasana saat itu sangat ramai hingga saya tidak begitu terdengar dengan apa yang mereka perkenalkan.

Tidak lama setelahnya, mereka mulai mengetes alat musik yang mereka gunakan. Perempuan yang menjadi vokalis itu juga mulai menyesuaikan suara untuk bernyanyi. Sebelum akhirnya membuka mulutnya untuk mulai mementaskan lagu yang akan grup itu bawakan. 

Untungnya, pada saat itu, bangku saya dan panggung tersebut saling berhadapan, jadi saya masih bisa melihat pentas tersebut walau tidak begitu terlihat jelas dikarenakan jaraknya. Walaupun begitu, suara mereka yang akhirnya terdengar dari speaker terdengar jelas di kuping saya.

Lagu yang mereka bawakan kebetulan sekali dengan lagu berjenis Pop-Rock yang cukup saya sukai, yakni Good 4 U - Olivia Rodrigo, yang saat ini juga cukup terkenal lagunya. Saya mengetahui lagu ini dari platform TikTok dan cukup populer untuk dijadikan berbagai bentuk editan video yang diunggah.

Walaupun dengan alat musik seadanya dan menurut saya kurang cukup untuk membawakan irama lagu tersebut, namun grup itu berhasil menutupinya dengan cukup meriah. Pembawaan lagu yang dinyanyikan oleh sesosok vokalis perempuan tersebut, bagi saya dapat membawa saya mengikuti arus nada lagu tersebut.

Saya yang saat itu hanya memakan seporsi kentang dengan bosan akhirnya pun terhibur bersama dengan pendengar yang lainnya. Bahkan saya melihat setidaknya ada satu- dua orang yang memampangkan handphone mereka untuk merekam pentas kabaret tersebut. 

Bagi aya yang menemui/mendengar sesuatu yang saya sukai, saya akan menikmatinya dengan baik. Dengan memakan kentang yang tersisa setengah porsi itu, saya mmengunyahnya dengan perlahan dan dengan santai. Disela-sela suapan saya, terkadang saya sempatkan sesekali ikut bernyanyi bersama.

Tidak terasa waktu pun berlalu dengan cepat, grup itu sudah membawakan lagu-lagu yang saya percaya merupakan subgenre pop-rock, karena terasa familiar walaupun saya tidak tau lagunya, akhirnya waktu berbuka pun datang.

Beberapa pendengar yang sedari tadi berdiri akhirnya mulai membubarkan diri untuk berbuka puasa. Begitu juga dengan pementas kabaret tersubut yang dengan secara tba-tiba langsung memberhentikan lagu yang mereka bawakan. 

Semuanya terasa hening ketika azan maghrib berkumandang dan suara seorang wanita yang berasal entah dari mana membunyikan suaranya dan menetapkan waktu akhirnya berbuka untuk puasa hari itu.

Semuanya kembali ke meja masing-masing dan mulai menyantap makanan mereka. Makanan saya yang akhirnya habis sedari tadi akhirnya memutuskan untuk tetap berada ditempat itu lebih lama. Setidaknya hingga jam menunjukkan pukul 18.30 petang untuk berkendara kembali menuju rumah.

Adzan yang akhirnya selesai dikumandangkan dan grup pentas kebaret yang sudah ikut berbuka melanjutkan kembali pentas mereka. Namun sayangnya, sudah waktunya bagi saya untuk kembali ke rumah.

Saya pun bangkit dari kursi saya dan berjalan keluar dari foodcourt dan menuju tempat parkir dimana saya memarkirkan motor saya sebelumnya. Tapi, sebelum saya benar-benar keluar, saya mengeluarkan ponsel saya dan menyempatkan memfoto grup kebaret tersebut sambil berjalan meuju pintu keluar.

Dengan begitu, saya kembali ke rumah saya dengan perasaan puas dan terhibur. Sepanjang perjalanan pulang, lagu yang saya sukai dinyanyikan sebelumnya selalu terlintas dipikiran saya dan menemani saya hingga sampai di rumah dengan selamat.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti Terdalam Lagu Counting Stars yang Tidak Banyak orang Tau

Yang Perlu Diketahui Bagi Penggemar Lagu Pop Rock

Peran Penting Pop-Rock di Majalah Enharmonics